Tumpeng Dari Warisan Budaya Hingga Simbol Tradisi





Siapa sangka sebuah nasi berbentuk kerucut yang dikelilingi lauk-pauk ini menyimpan kisah panjang tentang budaya, doa, dan kebersamaan? Itulah tumpeng, hidangan ikonik Nusantara yang bukan sekadar makanan, tetapi simbol kehidupan. Salah satu hidangan Nusantara yang paling sarat makna adalah Tumpeng. Hidangan ini diyakini sudah ada sejak zaman nenek moyang Indonesia terutama di pulau Jawa pada masa Hindu-Budha, Cerita tumpeng tidak bisa dilepaskan dari tradisi masyarakat Jawa kuno, ketika animisme, kepercayaan terhadap roh leluhur dan kekuatan alam masih dominan. Sejak abad ke-5 hingga ke-15 Masehi, kepercayaan terhadap Gunung Mahameru dianggap sebagai pusat kosmologi (ilmu yang mempelajari alam semesta secara keseluruhan, mencakup asal-usul, sejarah, struktur, evolusi, hingga nasib akhir) atau gunung yang suci semakin menguat pada benak masyarakat. Hal ini memiliki kaitan karena kosmologi dari masyarakat yang menempatkan gunung sebagai simbol vertikal, yang memiliki arti hubungan antara manusia dengan alam gaib, manusia dengan Tuhan karena bentuknya yang menjulang. Gunung Mahameru dianggap pusat jagat (kosmos), tempat bersemayam para dewa. 


Saat penyebaran agama Hindu di Jawa, bentuk tumpeng dibuat mengerucut meniru bentuk Gunung Mahameru yang dianggap suci dan tempat bersemayam para dewa dan dewi. Namun setelah masuknya Islam ke Jawa banyak tradisi yang berubah dan mulai mengalami adaptasi, termasuk tumpeng. Tumpeng yang pada awalnya digunakan sebagai sesaji kepada leluhur ataupun dewa dan dewi, kini bergeser menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, permohonan doa, maupun refleksi atas berkah yang didapat. Seiring waktu, tumpeng menjadi bagian dari berbagai acara penting di Indonesia seperti syukuran, pernikahan, perayaan sebagai simbol kebahagiaan, keberuntungan, dan keselamatan. Hal ini bermula pada abad ke-15 di Jawa Tengah, dimana tumpeng menjadi lambang kabahagiaan dan keselamatan bagi raja dan masyarakat. 


Hidangan tumpeng menjadi salah satu hidangan nusantara yang sangat kaya dan penuh dengan makna simbolis. Dimulai dari bentuk dan penataan pada tumpeng, bentuk kerucut pada nasi tumpeng melambangkan gunung suci yang menjulang tinggi sebagai lambang hubungan manusia dengan alam semesta dan keagungan Tuhan Sang Maha Pencipta. Warna nasi tumpeng yang biasanya kuning atau putih mempunyai makna tersendiri, nasi kuning yang dipakai dalam tumpeng melambangkan kemakmuran, keberkahan, dan kegembiraan, sedangkan nasi putih yang di pakai dalam nasi tumpeng menggambarkan kesucian, ketulusan hati, dan kebersihan spiritual. Dalam beberapa tumpeng juga mengkombinasikan nasi putih pada bagian atas tumpeng dan nasi kuning pada bagian bawah tumpeng ataupun sebaliknya, hal ini tergantung pada adat setempat yang dipercayai. 


Tumpeng juga dilengkapi dengan unsur-unsur lain yang disusun disekitar nasi yang berbentuk kerucut yang juga memiliki makna penting, bukan hanya sebagai pelengkap rasa maupun estetika saja, tetapi juga sebagai simbol kehidupan masyarakat serta harapan terhadap kehidupan. Jumlah lauk pauk dalam hidangan tumpeng biasanya terdiri dari tujuh jenis lauk, hal ini memiliki arti dalam bahasa jawa tujuh yaitu “pitu” yang melambangkan pitulungan atau berarti sebagai pertolongan. Terdapat beberapa lauk atau sayur yang umum ditemui pada hidangan tumpeng yaitu ayam utuh atau ayam satu ekor yang sering dimasak menjadi ayam goreng bumbu kuning, ayam utuh ini memiliki makna kepatuhan kepada Tuhan, kerendahan hati, dan juga pengorbanan, biasanya ayam ini disajikan dalam keadaan ayam yang  utuh sebagai simbol kesempurnaan dan diposisikan dengan kepala ayam yang menunduk. Terdapat juga telur rebus utuh yang melambangkan awal kehidupan, kesabaran, keteguhan tekad dan juga kedewasaan dalam penyelesaian masalah (digambarkan dalam pengupasan cangkang telur secara lapis demi lapis). Ada juga sayur urap berupa bayam, kacang panjang, tauge, kangkung dan lain lain, dapat juga berupa sayuran hijau lainnya, sayur ini memberikan lambang kesuburan, kehidupan, dan harapan agar selalu rukun dengan alam, namun pada umumnya tumpeng lebih sering dihidangkan dengan sayur urap. Terdapat lauk ikan maupun lauk laut lainnya, lauk ini melambangkan ketahanan hidup, kekayaan alam laut, kerukunan antar masyarakat pantai yang menggambarkan simbol bahwa manusia juga bergantung pada alam dan laut. Dilengkapi juga dengan lauk lainnya seperti ikan asin, tempe, dan juga samball yang menambahkan keseimbangan rasa serta menggambarkan keberagaman alam dan kehidupan (tumbuhan, hewan, dan manusia). Tidak lupa juga terdapat cabai merah yang ditancapkan pada puncak nasi tumpeng yang memiliki lambang api, semangat dan perlindungan dari marabahaya. 


Selain banyaknya lauk pauk pada hidangan tumpeng, terdapat juga cara penyajian atau penataan pada hidangan tumpeng itu sendiri. Tumpeng biasanya di sajikan di atas tampah atau nampan bambu (nampan yang terbuat dari anyaman bambu), yang di alaskan oleh daun pisang yang mengikuti bentuk tampah itu sendiri. Penataan di lakukan secara melingkar mengelilingi nasi yang berbentuk kerucut yang di letakan di bagian tengah tampah, dan lauk pauk lainnya lah yang akan mengelilingi nasi tumpeng tersebut. Hal ini juga menggambarkan keseimbangan antara unsur manusia, hewan dan juga tumbuhan antara vertikal yang berarti sebagai nasi berbentuk kerucut ke atas dan juga horizontal yang berarti sebagai lauk pauk. 


Biasanya nasi tumpeng juga di hias menggunakan sayur sayuran lain yang bermanfaat untuk menambahkan nilai estetika pada tampilan dari hidangan nasi tumpeng tersebut. Hiasan sayur yang biasanya sering digunakan seperti daun pisang yang dilipat hingga berbentuk segitiga yang di susun melingkar pada bagian luar lauk pauk dan disusun secara rapi sehingga terlihat sebagai pagar untuk melindungi isi dari nasi tumpeng itu sendiri agar tidak melebihi luasnya nampah yang di gunakan.  Terdapat pula sayuran seperti timun, wortel mentah dan tomat yang sering di gunakan juga dalam menghias nasi tumpeng, hal ini menambah kesan tumpeng yang tidak membosankan  atau monoton sehingga tampilan tumpeng menjadi lebih cantik dan menambah nilai jual, selain untuk hiasan sayur sayur tersebut juga dapat dikonsumsi sehingga tidak terbuang dan mubazir.  


Ritual pemotongan puncak pada nasi tumpeng memiliki aturan khusus yang sangat dihormati dalam tradisi Indonesia, terutama dalam budaya Jawa. Biasanya, prosesi pemotongan ini dilakukan oleh sosok yang dituakan atau dihormati dalam acara tersebut, seperti kepala keluarga atau tokoh masyarakat. Hal ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol bahwa orang tersebut menjadi wakil dari masyarakat untuk menerima berkah dan doa terlebih dahulu sebelum pembagian tumpeng kepada yang lain. Setelah tumpeng dipotong, nasi beserta lauk-pauk yang melengkapinya kemudian dibagikan kepada seluruh peserta yang hadir dalam acara. Pembagian tumpeng ini melambangkan rasa syukur yang dipanjatkan bersama dan menandakan kebersamaan serta solidaritas antarhadirin. Tradisi ini mengajarkan nilai berbagi dan mempererat ikatan sosial, sekaligus menjadi wujud rasa terima kasih atas karunia dan keberkahan yang diterima.Dengan demikian, ritual pemotongan dan pembagian nasi tumpeng bukan sekadar formalitas, melainkan memiliki makna filosofis mendalam yang menghubungkan manusia dengan sesama serta Sang Pencipta, menjadikan momen ini penuh dengan doa, penghormatan, dan rasa syukur bersama.


Tumpeng bukan hanya sekedar benda ritual, sekedar hidangan, tetapi juga sebagai tradisi budaya dan media penghubung antara nilai-nilai masyarakat, hubungan antar manusia, dan hubungan dengan Tuhan.  Sajian tumpeng adalah wujud konkret ungkapan terima kasih atas rahmat, karunia, keselamatan, dan nikmat hidup. Tanpa rasa syukur, tujuan utama tumpeng kurang tercapai. 


Sumber : https://lifestyle.sindonews.com/read/253386/185/asal-usul-tumpeng-yang-disebut-sebut-identik-dengan-agama-hindu-1606882379/, https://www.arina.id/tren/ar-eZdyx/makna-dan-filosofi-nasi-tumpeng-beserta-lauk-pauknya, https://p2tel.or.id/2019/12/sejarah-dan-makna-tumpeng

Ditulis oleh : Stevy

Komentar

  1. wahhh menarik banget ya tumpeng, jadi pengen makan tempengggg

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ka, kalau kaka mau info makanan nusantara yanb lainnya boleh cek blog kami ya ka ☺️

      Hapus
  2. ternyata bahasan tentang tumpeng menarik juga yaa!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat menarik ka, kalau kaka ingin tahu mengenai sejarah lainnya cek blog kami ya ka

      Hapus
    2. menurut kaka bagian dari tumpeng yang paling menarik bagian mana ka?

      Hapus
  3. baru tauu tumpeng punya arti sedalam itu yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul kakak, semoga artikelnya bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kakaknya yaa

      Hapus
  4. kalau ada acara memang harus ada tumpeng kak, kalau gada tumpeng rasanya acaranya kurang meriah menurutku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Acaranya jadii terlihat lebih special dan meriah ya kak

      Hapus
  5. Tiap liat tumpeng pasti langsung keinget acara syukuran dan suasana bahagia bareng keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tumpeng tidak pernah tertinggal ya ka di setia acara

      Hapus
  6. Artikelnya seru, jadi makin tau kalau tumpeng itu bukan cuma soal makanan, tapi juga simbol rasa syukur dan kebersamaan. Gak heran kalau selalu ada di momen penting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kak atas komentarnya, semoga artikelnya bisa bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kakaknya ya

      Hapus
  7. Duh, liat tumpeng langsung laper

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kak langsung beli tumpeng buat di santap, tumpeng tidak harus di santap saat ada acara saja kok kak bisa untuk santapan sehari hari juga

      Hapus
    2. ohh iya juga ya kak tumpeng ga harus di santap saat ada acara juga, maksih ya ka udh di kasih tahu aku mau beli tumpeng ah besok untuk di makan bersama keluarga aku juga

      Hapus
    3. Baik terimakasih kembali kak, selamat menikmati hidangan tumpeng ya

      Hapus
  8. Tumpeng emang juara, tradisional tapi tetap keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kakak, nilai budayanya sangat kuat dan penuh makna di dalamnya

      Hapus
  9. Nasi kuning tuh makanan yang bikin hidup lebih cerah dari lampu kamar kos

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju! Bahkan aromanya aja udah kayak vitamin kebahagiaan

      Hapus
    2. Baca artikel ini langsung berasa ditampar lapar

      Hapus
    3. Samaaa… padahal niatnya cuma mau baca, bukan mau makan

      Hapus
    4. Fix! Abis baca ini langsung pengen nasi kuning, titik.

      Hapus
    5. Wajib! Kalo udah kebayang wangi kunyitnya, susah nolak

      Hapus
  10. Nasi kuning tuh vibes ulang tahun tiap hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener! Seporsi langsung berasa lagi tiup lilin wkwkwkwk

      Hapus
  11. Ini artikel bikin aku ngerasa berdosa… soalnya langsung mau makan dua porsi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah gpp, dosa yang enak mah halal aja ya kakk hehe

      Hapus
  12. Asli, nasi kuning itu bahagia berbentuk nasi

    BalasHapus
  13. Baru baca judulnya aja udah kebayang wangi kunyitnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama… otak langsung auto ngiler mode ON

      Hapus
  14. Woi artikel apa ini kok bikin perut jadi protes

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha perutnya bilang: ‘pesen sekarang kak’

      Hapus
  15. Setelah baca ini, aku butuh… nasi kuning. Bukan motivasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Motivasi bisa belakangan. Nasi kuning dulu biar hidup stabil

      Hapus
  16. Nasi kuning tuh literally comfort food yang ngertiin aku banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. REAL. Kadang yang ngerti cuma makanan, bukan manusia

      Hapus
  17. Maaf ya, tapi nasi kuning > semua masalah hidup

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku setuju! Kalau lagi makan ini, masalah langsung

      Hapus
  18. Ini artikel sih bikin aku mau checkout GoFood seketika

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku barusan mau juga… jari udah goyang-goyang mau klik order

      Hapus
  19. Aku barusan mau juga… jari udah goyang-goyang mau klik order

    BalasHapus
  20. Manifesting nasi kuning datang ke rumah aku sekarang juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manifest-nya kuat banget sih bestie, jangan-jangan udah di depan pagar

      Hapus
  21. HELP! Aku jadi craving nasi kuning jam segini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Craving jam random tuh ciri-ciri hidup aesthetic kok

      Hapus
  22. Aku baca, aku lapar, aku nangis. End of story

    BalasHapus
  23. Artikel ini bikin aku: nge-freeze 3 detik terus lapar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Efek nasi kuning memang suka bikin lag kayak HP kentang

      Hapus
  24. Daebak! Ini artikel bikin aku craving parah

    BalasHapus
  25. Aku baca sambil nahan air liur… nggak kuat

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga… ini udah bukan nahan lagi, udah banjir 🤤

      Hapus
  26. Ini artikel bikin aku auto scrolling GrabFood tanpa sadar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Refleks… itu namanya panggilan alam

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Kampung, Merayakan Kesederhanaan dan Kearifan Lokal Nusantara

SOTO BETAWI SEBAGAI WARISAN KULINER