“Bakso :”Kisah Lezat Sang Jawara Kuliner Nusntara”

 









Bakso adalah salah satu makanan yang digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Siapa yang tidak kenal dengan hidangan lezat ini? Bakso, yang mudah ditemukan di sepanjang jalan hingga di sudut kota, telah menjadi makanan favorit bagi semua kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dari gerobak sederhana hingga restoran mewah, bakso selalu berhasil menggugah selera.

Bakso, hidangan ikonik yang hampir selalu menggoda selera, adalah salah satu kuliner yang paling dicintai di Indonesia. Dengan rasa yang khas dan tekstur yang kenyal, bakso selalu berhasil menjadi pilihan utama bagi banyak orang ketika mencari santapan yang lezat dan mengenyangkan.    

Makanan yang berbahan dasar tepung  ini memiliki sejarah yang panjang di indonesia ,makanan ini ternyata dibawa oleh seorang imigran tionghoa ,yang berhasil mengambil hati masyarakat indonesia, bakso pun mengalami percampuran atau akulturasi budaya oleh berbagai suku bangsa di tanah air.

✓ Asal Mula 

Bakso berakar dari masakan Tionghoa. Hal ini ditunjukkan dengan istilah 'bakso' yang berasal dari kata Bak-So, dalam bahasa Hokkien yang secara harfiah berarti 'daging babi'. Tetapi karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, maka penggunaan bahan bakso yang sebelumnya adalah babi lalu diganti dengan ayam. Lalu muncul juga banyak inovasi bahan bakso yang sering kita temukan di Indonesia yakni ikan, udang, dan masih banyak lagi.

Kini kebanyakan penjual bakso adalah orang Jawa dari Wonogiri dan Malang Tempat yang terkenal sebagai pusat bakso adalah Solo dan Malang yang disebut Bakso Malang 

Bakso Solo menjadi usaha turun-temurun dari Bakso Wonogiri karena banyak anak cucu yang menetap dan membuka usaha bakso di Kota Solo dan sekitarnya, terutama daerah perkotaan yang letaknya strategis di pinggir jalan raya. Bakso Solo mulai tersebar dari Pulau Jawa ke wilayah-wilayah lainnya di Indonesia.

Bakso Solo umumnya hanya berisi bakso, mi, dan taburan bawang goreng serta seledri; sementara isian bakso Malang umumnya lebih bervariasi dengan tambahan pangsit kukus atau goreng, tahu, mi kuning atau bihun, dan pelengkap lainnya. Di beberapa daerah, bakso disajikan dengan pelengkap unik seperti kerupuk kulit, tahu goreng, atau siomay, yang menambah kekayaan rasa dan tekstur dalam satu mangkuk. Kuah bakso Malang lebih berlemak karena berasal dari kaldu tulang dan jeroan, sementara kuah bakso Solo lebih ringan.

Beberapa penjual bakso juga menambahkan jeroan atau tetelan sapi, meliputi babat, paru, usus, hati, limpa, dan lain-lain untuk menambah citarasa dan membuat hidangan bakso semakin kaya. Hal ini sejalan dengan kebiasaan masyarakat dan sejarah Kuliner Nusantara yang memanfaatkan setiap bagian sapi agar tidak terbuang percuma.

✓ Varian

• Bakso urat: bakso yang diisi irisan urat atau tendon dan daging tetelan kasar.

• Bakso bola tenis atau bakso telur: bakso berukuran bola tenis berisi telur ayam rebus.

• Bakso gepeng: bakso berbentuk pipih.

• Bakso Ikan: bakso berbahan daging ikan.

• Bakso udang: bakso berbahan dari udang.

• Bakso Solo dan Bakso Wonogiri: hidangan bakso yang berasal dari Solo dan Wonogiri, bentuknya lebih kecil dari bakso Malang dan tidak selengkap bakso Malang. Namun, bakso Solo dan Wonogiri memiliki rasa khas sapi yang kuat. Bakso Solo dan Wonogiri terdapat campuran irisan daging sapi atau tetelan. Pedagang bakso Wonogiri yang terkenal adalah Ki Ageng Widyanto Suryo, pemilik Bakso Lapangan Tembak Senayan. Bakso Solo atau Wonogiri juga populer di Kota SemarangJawa Tengah dan DI Yogyakarta.

• Bakso Malang: hidangan bakso dari Kota Malang, Jawa Timur; lengkap dengan mi kuning, tahu, siomai, dan pangsit goreng. Pedagang bakso Malang yang terkenal adalah Henky Eko Sriyantono pemilik Bakso Malang Kota Cak Eko.

• Bakso telur adalah olahan daging dengan isian telur di dalamnya.

 

✓ Proses Pembuatan

Bakso sebagai produk olahan daging di mana daging tersebut telah dihaluskan terlebih dahulu dan dicampur dengan bumbu, tepung dan kemudian dibentuk bola-bola kecil lalu direbus dalam air panas. Prinsip pembuatan bakso daging sapi terdiri atas empat tahap yaitu: penghancuran daging, pembuatan adonan, pencetakan bakso dan pemasakan .Adapun prosedur, alat dan bahan pembuatan bakso daging sapi adalah sebagai berikut: 

1. Tahap Persiapan 

• Alat: blender atau food processor, mangkuk besar, baskom, piring, sendok, panci besar, saringan, timbangan dapur, talenan dan pisau. 

• Bahan: 3 kg daging sapi (tanpa tulang dan kulit) digiling halus, 350 gr tepung tapioka, 3 butir telur ayam (ambil putih telur saja), 15 siung bawang putih (haluskan), 2 sendok makan garam, 2 sendok makan gula pasir, 2 sendok makan lada bubuk, kaldu bubuk, baking powder dan air es secukupnya (sekitar 150 ml), es batu secukupnya (sekitar 300 gram), air untuk merebus. 

2. Tahap Membuat Adonan Bakso

• Menggiling daging dan es: masukkan daging sapi, es batu dan air es ke dalam blender atau food processor. Bahan-bahan tersebut digiling hingga adonan menjadi halus dan lembut. 

• Menambahkan bumbu-bumbu: tambahkan putih telur, bawang putih yang sudah dihaluskan, garam, gula pasir, lada putih bubuk dan kaldu bubuk ke dalam adonan daging. Blender kembali hingga semua bahan tercampur rata dan adonan menjadi homogen. 

• Menambahkan tepung tapioka: pindahkan adonan daging ke dalam mangkuk besar/baskom. Tambahkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil terus diuleni hingga adonan bisa dipulung dan tidak lengket. 

3. Tahap Membentuk dan Merebus Bakso 

• Memanaskan air: panaskan air dalam panci besar hingga mendidih. Setelah mendidih, kecilkan api hingga air tetap panas tetapi tidak bergolak 

• Membentuk bakso: ambil sedikit adonan dengan tangan, bentuk bulatan bakso menggunakan jari dan sendok. Masukkan bulatan bakso ke dalam air panas. Ulangi proses ini hingga semua adonan habis.

• Merebus bakso: biarkan bakso mengapung dan matang selama sekitar 10-15 menit. Setelah bakso mengapung, angkat menggunakan saringan dan memasukkannya ke dalam air dingin atau air es. 4. Tahap Penyajian dan Penyimpanan 

• Penyajian: bakso daging sapi siap disajikan dengan kuah bakso, mie atau digoreng sesuai selera. Sajikan dengan pelengkap seperti sambal, kecap dan bawang goreng untuk menambah cita rasa. 

• Penyimpanan: bakso yang sudah matang bisa disimpan dalam wadah tertutup di dalam lemari es untuk konsumsi jangka pendek. Untuk penyimpanan jangka panjang, simpan bakso dalam freezer.

 

✓ Popularitas

Bakso termasuk salah satu makanan jalanan paling populer di kota-kota dan desa-desa di Indonesia. Bakso biasa dijajakan oleh pedagang keliling dengan gerobak atau sepeda, dijual di warung atau kedai di pinggir jalan, hingga di restoran dan mal. Bakso menjadi perhatian internasional ketika Presiden Amerika SerikatBarack Obama, mengingatnya sebagai salah satu makanan favoritnya dari masa kecilnya di Indonesia dan menyebutkannya dalam pidatonya.

✓ Kesehatan

Dalam proses pembuatannya, ada bakso yang dicampur dengan boraks atau bleng untuk membuat tepung menjadi lebih kenyal mirip daging serta lebih awet. Hal ini membuat bakso pernah dianggap makanan yang kurang aman oleh BPOM. BPOM mengingatkan bahwa mengonsumsi makanan berkadar boraks tinggi selama kurun 5-10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker hati. Maka bakso yang dijual di berbagai pasar tradisional dan pasar swalayan diwajibkan bebas boraks.

Bakso sebaiknya disimpan dalam kondisi beku sebelum direbus untuk dikonsumsi. Dii supermarket bakso dijual dalam kondisi beku untuk menjaga temperatur agar bakso dapat terjaga kualitasnya dan tidak tercemar bakteri. Bakso yang dijual tetapi dipajang di etalase pada temperatur ruang rawan tercemar bakteri, misalnya bakteri penyebab diare atau salmonela penyebab tifus.

 

✓ Dalam Budaya Populer

Pedagang bakso keliling kerap dikaitkan dengan aktivitas intelijen yang sedang menyamar. Di media sosial juga banyak beredar meme yang menggambarkan tukang bakso berkomunikasi melalui walkie-talkie. Menurut Ridlwan Habib, seorang pengamat intelijen, profesi pedagang makanan keliling seperti tukang bakso memang sering digunakan anggota reserse atau Densus 88 untuk mengintai aktivitas terorisme atau kegiatan kriminal mencurigakan lainnya.

 

 

Sumber:

https://mediasembilan.com/2025/01/11/sejarah-menarik-bakso-jawara-kuliner-nusantara/

https://id.wikipedia.org/wiki/Bakso

https://jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php/reswara/article/download/4997/pdf

Ditulis oleh : Muhammad Zidhan

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Kampung, Merayakan Kesederhanaan dan Kearifan Lokal Nusantara

Tumpeng Dari Warisan Budaya Hingga Simbol Tradisi

SOTO BETAWI SEBAGAI WARISAN KULINER