Dari 'Berkotek Samo Kawan' ke Lezatnya Tekwan: Sejarah Kuliner Palembang

 


Tekwan merupakan kuliner hasil perpaduan budaya Palembang dan Tionghoa. Banyak masyarakat Tionghoa yang menetap di Palembang dan berjualan makanan berbahan dasar tepung dan ikan. Kemudian masyarakat palembang memodifikasinya agar sesuai dengan cita rasa lidah masyarakat setempat. Selain itu, makanan ini juga dimodifikasi dengan menambahkan kuah kaldu dan bumbu khas daerah setempat.

Istilah "tekwan" berasal dari kata "bekotek samo kawan" yang berarti "mengobrol dengan kawan". Nama ini dipilih karena masyarakat Palembang senang makan bersama kawan-kawan sambil berbincang. Namun ada juga yang berpendapat bahwa tekwan ini merupakan akronim dari kalimat bahasa Inggris “take one” yang artinya makan diambil satu-satu yang memang cara memakan tekwan dengan disantap satu per satu seperti makan bakso.

Filosofi di Balik Semangkuk Tekwan. Lebih dari sekadar makanan, Tekwan mencerminkan falsafah hidup masyarakat Palembang. Seperti halnya bola-bola ikan kecil yang berkumpul dalam kuah hangat, Tekwan melambangkan kebersamaan dan kerukunan. Hidangan ini sering hadir dalam acara keluarga, perayaan, dan hajatan sebagai simbol kehangatan dan silaturahmi.

Selain itu, Tekwan juga menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat pesisir mampu beradaptasi dengan sumber daya alam di sekitarnya.

Ditulis oleh : Sharen Vilencia

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasi Goreng Kampung, Merayakan Kesederhanaan dan Kearifan Lokal Nusantara

Tumpeng Dari Warisan Budaya Hingga Simbol Tradisi

SOTO BETAWI SEBAGAI WARISAN KULINER