Onde-Onde: Kisah Bola Wijen Manis dari Jejak Peradaban Tiongkok Kuno
Menelusuri Jejak Sejarah Onde-Onde
Meskipun kini Onde-Onde telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Indonesia, akarnya jelas berasal dari luar, tepatnya dari Tiongkok.
- Zaman Dinasti Tang: Sejarah mencatat bahwa Onde-Onde sudah ada sejak masa Dinasti Tang (618–907 M) di Tiongkok.
- Nama Asli: Di negeri asalnya, hidangan ini dikenal dengan nama Jian Dui (煎堆, jiān duī).
- Asal-usul: Awalnya, Jian Dui adalah makanan istana yang disajikan untuk para bangsawan dan keluarga kerajaan. Bentuknya yang bulat dan rasanya yang manis membuatnya disukai.
Onde-Onde Tiba di Nusantara
Masuknya Onde-Onde ke Indonesia, khususnya di pulau Jawa, tidak lepas dari jalur perdagangan maritim dan migrasi etnis Tionghoa.
- Periode Migrasi: Diperkirakan Jian Dui dibawa oleh para pedagang dan perantau Tiongkok ke wilayah Nusantara pada sekitar abad ke-13 hingga ke-17 Masehi.
- Adaptasi Lokal: Di Indonesia, Jian Dui kemudian beradaptasi dengan bahan baku dan selera lokal, dan di Jawa Timur, khususnya Mojokerto, Onde-Onde menjadi sangat populer dan bahkan memiliki varian khasnya sendiri. Penggunaan tepung ketan yang diisi pasta kacang hijau kemudian menjadi standar Onde-Onde yang kita kenal sekarang.
- Nama Onde-Onde: Nama "Onde-Onde" sendiri merupakan penamaan lokal yang melekat di lidah masyarakat Jawa.
Simbolisme dan Filosofi Bentuk
Seperti banyak hidangan Tiongkok lainnya, Onde-Onde memiliki makna filosofis yang mendalam, terutama pada bentuknya yang bulat sempurna:
- Kebulatan dan Kesempurnaan: Bentuk bola yang utuh melambangkan kebulatan tekad, persatuan, dan kesempurnaan.
- Makna Rezeki: Onde-Onde sering disajikan pada acara-acara perayaan atau upacara adat Tiongkok. Bola yang digoreng akan mengembang, melambangkan harapan agar rezeki melimpah dan kehidupan menjadi makmur.
Wijen sebagai Harapan: Taburan biji wijen yang melimpah di permukaan onde-onde juga melambangkan harapan akan kesuburan dan banyaknya keturunan.
Bahan dan Cita Rasa Khas Nusantara
Onde-Onde modern yang kita kenal di Indonesia memiliki ciri khas:
- Kulit: Terbuat dari tepung ketan yang memberikannya tekstur kenyal dan liat.
- Isian: Secara tradisional diisi dengan pasta kacang hijau yang manis.
- Pelapis: Seluruh permukaan Onde-Onde dilapisi dengan biji wijen sebelum digoreng hingga mengembang dan berwarna kuning keemasan.
Onde-Onde telah berhasil melampaui sekat etnis. Dari jajanan imigran, kini ia bertransformasi menjadi kuliner Nusantara yang dicintai, menjadi bagian dari kekayaan kuliner Indonesia yang patut dilestarikan.
Apakah Anda ingin saya mencari tahu tentang varian Onde-Onde yang unik di berbagai daerah Indonesia atau bagaimana cara membuat Onde-Onde yang renyah?
Penulis : Najla Aliyya Tiffani
Sumber : Sejarah Onde onde

Komentar
Posting Komentar