Rondo Royal: Membongkar Misteri Nama Jajanan Khas Jepara, Benarkah Berhubungan dengan "Janda Kaya"?
Di balik namanya yang misterius, Rondo Royal adalah kudapan yang sangat sederhana, lezat, dan legendaris. Mari kita telusuri misteri nama dan kelezatan Rondo Royal!
Apa Itu Rondo Royal? (Definisi dan Rasa)
Rondo Royal adalah jajanan tradisional yang pada dasarnya adalah Tape Singkong Goreng.
- Bahan Utama: Menggunakan tape singkong yang telah difermentasi, sehingga memiliki rasa manis, sedikit asam, dan tekstur yang sangat lembut.
- Adonan Pelapis: Tape yang sudah dibentuk kemudian dicelupkan ke dalam adonan kental dari tepung beras atau tepung terigu, gula, dan sedikit garam.
- Penyajian: Digoreng hingga lapisan luarnya renyah dan berwarna keemasan. Rondo Royal paling nikmat disantap selagi hangat, ketika rasa manis, asam, dan gurih berpadu sempurna.
- Nama Lokal Lain: Di beberapa daerah, terutama Jepara bagian selatan, jajanan ini juga dikenal dengan sebutan "Monyos" atau sekadar Tape Goreng.
Dua Versi Asal Usul Nama "Rondo Royal"
Inilah bagian paling menarik dan sering diperdebatkan dari Rondo Royal. Ada dua interpretasi utama di kalangan masyarakat Jawa:
Versi 1: Interpretasi Harfiah (Janda yang Dermawan) Interpretasi ini diambil langsung dari arti kata per kata dalam Bahasa Jawa:Rondo: Berarti Janda.
Royal: Berarti Mewah, Murah Hati, atau Dermawan (tidak pelit).
Menurut versi ini, Rondo Royal diartikan sebagai "Janda yang Kaya atau Dermawan". Beberapa cerita rakyat menduga bahwa jajanan ini: dibuat atau dipopulerkan oleh seorang janda yang kaya raya di masa lalu.Merupakan bentuk apresiasi terhadap seorang janda yang dikenal sangat dermawan dan suka berbagi makanan.
Versi 2: Interpretasi Morfologis (Agak Mewah) Interpretasi ini dianggap lebih mendekati asal-usul kultural di wilayah Pantura (Jepara-Rembang):
Rondo (dari Rodo/Rada): Berarti Agak atau Sedikit. Pengucapan kata rodo oleh masyarakat pesisir utara terdengar mirip dengan rondo.
Royal: Berarti Mewah.
Sehingga, Rondo Royal dimaknai sebagai "Agak Mewah" atau "Hampir Mewah".
Alasan disebut "Agak Mewah": Pada zaman dahulu, masyarakat Jawa seringkali menyantap singkong hanya dengan cara direbus. Tape yang merupakan hasil olahan singkong melalui fermentasi, apalagi kemudian dibalut dengan adonan tepung (yang membutuhkan bahan tambahan seperti gula dan tepung), dianggap sebagai makanan yang tidak biasa atau sedikit mewah pada masanya. Interpretasi ini menegaskan bahwa nama Rondo Royal lebih berkaitan dengan status makanan itu sendiri, bukan status pembuatnya.
Rondo Royal dalam Budaya Jawa
Terlepas dari kontroversi namanya, Rondo Royal adalah simbol ekspresi budaya Jawa yang unik dan lugas. Penamaan makanan ringan dengan sebutan yang "nyeleneh" atau lucu seringkali merupakan bagian dari guyonan (candaan) yang akrab dalam kultur masyarakat Jawa, tanpa maksud untuk merendahkan.
Saat ini, Rondo Royal menjadi sajian wajib di pasar-pasar tradisional Jepara dan telah mengalami inovasi modern, seperti penambahan isian cokelat atau topping keju. Namun, kenikmatan sejati Rondo Royal tetap terletak pada perpaduan kontras teksturnya: lapisan luar yang renyah dan bagian dalam tape yang lembut, manis, dan sedikit asam.
Rondo Royal adalah jajanan yang membuktikan bahwa nama unik bisa menjadi daya tarik terbesar. Mana pun versi sejarah yang Anda yakini, kelezatan camilan Jepara ini dijamin tidak akan membuat Anda kecewa!
Penulis : Najla Aliyya Tiffani
SumberSejarah rondo royal

Komentar
Posting Komentar